Rohul Perkuat Revitalisasi Bahasa Daerah, Bupati Jadi Narasumber Parade Bahasa dan Sastra 2026
Dokumen Foto Parade Bahasa dan Sastra 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Bupati di dampingi Kepala Disdikpora jadi Nara Sumber.
NUDAPOS.COM | Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, Riau, memperkuat komitmen melestarikan bahasa dan budaya daerah melalui program revitalisasi bahasa daerah. Langkah tersebut kembali ditegaskan dalam Parade Bahasa dan Sastra 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Rokan Hulu, diikuti sejumlah satuan pendidikan dari berbagai daerah di Provinsi Riau. Hadir Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rokan Hulu Alreza Ahyu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Ridharmanto, serta para pegiat literasi dari LENGGO.
Bupati Rokan Hulu Anton, turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Bupati berkaitan dengan capaian Rokan Hulu yang berhasil meraih juara umum Festival Cinta Bahasa Ibu tingkat Provinsi Riau 2026.

Kepala Disdikpora Rokan Hulu Alreza Ahyu mengatakan, Balai Bahasa Provinsi Riau meminta Bupati menjadi narasumber untuk berbagi pengalaman sekaligus kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya lokal.
"Pada hari ini dilaksanakan Zoom Meeting dalam rangka Parade Bahasa dan Sastra 2026. Bapak Bupati diminta menjadi narasumber karena Rokan Hulu tahun ini memperoleh juara umum dalam Festival Cinta Bahasa Ibu," ujar Alreza.
Menurut dia, prestasi tersebut tidak boleh berhenti sebatas penghargaan. Raihan juara umum harus menjadi momentum untuk memperkuat program pelestarian bahasa daerah dan budaya Melayu Rokan Hulu.
"Harapan kita, prestasi ini tidak hanya sudah kita raih, tetapi bagaimana kita meningkatkan dan mempertahankan prestasi yang sudah diraih. Kelestarian bahasa daerah ataupun budaya Melayu Rokan Hulu harus kita jaga untuk seterusnya," katanya.
Alreza menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong kebijakan yang mendukung revitalisasi bahasa daerah, khususnya dengan melibatkan generasi muda. Salah satunya melalui rencana surat edaran tentang penggunaan bahasa daerah selama satu hari di seluruh satuan pendidikan di Rokan Hulu.
"Intinya bagaimana Bapak Bupati dengan berbagai kebijakan dan arahan memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya atau bahasa daerah, khususnya melalui program revitalisasi bahasa daerah," ujarnya.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu membiasakan peserta didik menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.
Pemkab Rokan Hulu menegaskan, keberhasilan meraih juara umum Festival Cinta Bahasa Ibu harus menjadi titik awal untuk memperluas gerakan literasi, menjaga bahasa daerah, dan memastikan budaya Melayu Rokan Hulu tetap hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya.(*)
Editor :Febri Wahyudi
Source : Disdikpora Rokan Hulu