Tak Sekadar Membina, Kalapas Pasir Pangarayan Bekali Warga Binaan dengan Pendidikan Dasar
NUSAPOS.COM | Kepedulian terhadap pendidikan ditunjukkan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, dengan memberikan pembelajaran dasar membaca, menulis, dan berhitung kepada warga binaan yang masih mengalami buta aksara, Rabu (14/10/2026) pagi.
Kegiatan belajar mengajar ini menjadi bagian dari upaya pembinaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan. Pendidikan dinilai sebagai bekal penting bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Efendi P. Purba terlibat langsung memberikan pelajaran dasar kepada warga binaan yang belum memiliki kemampuan literasi dan numerasi secara memadai. Pembelajaran ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah memperkuat fondasi pendidikan sebagai salah satu pilar pembangunan bangsa.
Kalapas Efendi menegaskan, keterbatasan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung tidak boleh menghalangi siapa pun untuk mendapatkan pendidikan, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana.
“Belajar merupakan hak setiap orang, termasuk warga binaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk meningkatkan kemampuan dasar, menambah pengetahuan, serta membangun kepercayaan diri. Saya berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Efendi.
Menurutnya, pembinaan melalui pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan kemampuan akademis, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir, sikap, dan perilaku warga binaan. Proses belajar diharapkan menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan secara lebih positif, mandiri, dan bertanggung jawab.
Pendidikan juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung keberhasilan pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Dengan kemampuan dasar yang lebih baik, warga binaan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk beradaptasi, mengembangkan potensi diri, serta berkontribusi secara positif setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui program ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan berupaya menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada masa depan. Upaya memberantas buta aksara di balik jeruji menjadi bagian dari komitmen membangun manusia yang lebih berkualitas sekaligus memperkuat proses reintegrasi sosial.
Pendidikan di dalam lapas bukan sekadar aktivitas mengisi waktu, melainkan langkah nyata membuka kesempatan bagi warga binaan untuk belajar, berubah, dan menata kembali masa depan.(*)
Editor :Febri Wahyudi
Source : Humas Lapas