Jalan Terjal Politik Ali Imran, Dicekal di Pileg, Diminta Maju Pilkada 2024
Dokumen Foto Ali Imran Nasution Anggota DPRD Kabupaten Rohul Dari Partai Nasdem
Nusapos.com, (inforohul)-Tidak akan saya biarkan dukungan Partai NasDem jatuh kepada mereka yang telah lari dari niat tulus pak Surya Paloh pendiri Partai ini dan saya tak akan tinggal diam dengan Kezaliman, Arogansi dan Kesewenangan Kekuasaan ini.
Pernyataan mengejutkan dibaluti rasa kesal mendalam tiba tiba meluncur dari mulut Ali Imran Nasution, anggota DPRD Rokan Hulu (Rohul) dari Partai Nasional Demokrat (NasDem)
Apa ceritanya ? Politisi vocal asal Tangun, Bangun Purba ini merasa terzholimi dengan adanya upaya pencekalan terhadap langkahnya untuk maju menjadi calon anggota DPRD Riau pada Pemilu 2024 mendatang, sehingga namanya tak masuk di daftar calon yang diajukan partainya.
Padahal masyarakat dan pendukungnya sangat berharap beliau tetap ikut di kontestasi Pemilu legislatif 2024 tersebut dan telah menjamin berupaya keras mengumpulkan suara minimal 10 ribu untuk Ali Imran jika maju ke Provinsi.
Ali Imran Nasution, adalah sosok politisi fenomenal di jagad perpölitikan Rohul, karena sikapnya yang terkesan kontroversial dan sering meledak ledak, terutama saat agenda pembahasan pembangunan dan menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Sering pada rapat resmi dewan bersama Pemkab Rohul, Ali Imran tanpa rasa takut membanting micropon, melempar botol aqua, bahkan memecah gelas sampai tangannya berdarah, karena kesal dengan keputusan dan kebijakan pejabat Pemkab yang tidak memihak nasib rakyat.
Putra Bangun Purba kelahiran Tangun 18 April 1986 itu, merupakan anak ke 4 dari 9 bersaudara pasangan M Nur Nasution (Ayah) dan Rosdewi (ibu), anak petani tamatan SMA dan tak bisa melanjutkan kuliah karna keterbatasan ekonomi orang tuanya
Kendati demikian, Ali Imran tak pernah patah semangat berbuat sesuatu yang positif di tengah masyarakat.
Bahkan, bakat politisi dan kepintaran berpidatonya sudah terasah dari kecil dengan background sebagai da'i cilik, sebelum masuk ke dewan, masyarakat juga mengenalnya sebagai pencëramah dan khatib di masjid musholla. Bahkan, pasca Pemilu 2014 beliau tak segan segan menjadi penjual kue
Sehingga tak mengherankan, suami dari Masraini, S.Pdi, seorang Guru PAI di SMK itu, juga sempat mendapat kepercayaan menjadi Bendahara Desa, Guru MDA dan Tata Usaha di SMA.
Sehingga pada Pemilu 2014, masyarakat dan keluarga mendorongnya mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Rohul dari Dapil satu.
Namun, hasil pemilu 2014 itu belum berpihak kepadanya. Dalam penghitungan suara penuh kontroversial, Dia mërasa sengaja dikalahkan rekan se partainya dengan suara terpaut amat tipis
Namun, jika rezki memang tidak akan kemana, sekitar setahun menjelang bërakhirnya periode dewan 2014-2019, Ali Imran pun dilantik menjadi anggota DPRD Rohul. Dan pada pemilu 2019, Dia kembali terpilih untuk periode 2019-2024.
Saat masuk gelanggang legislator ini pula, Ali Imran menunjukkan kelasnya sebagai sosok yang layak menjadi wakil rakyat yang vokal dan kritis dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Sehingga tak mengherankan jika koleganya sesama anggota dewan mempercayakan jabatan di alat kelengkapan kepada Ali Imran, sehingga Dia sempat dijuluki spesialis ketua.
Diantara jabatan yang pernah dipercayakan kepada Ali Imran yakni, Ketua Komisi 3, Wakil Ketua Komisi 3, 4 kali jadi Ketua Pansus LKPJ serta beberapa kali menjadi Pimpinan Pansus lainnya.
Akibat aktivitas kedewanan dengan jabatan jabatan yang diembannya, membuat Ali Imran sering kongkow dengan para jurnalis dan Lsm untuk menyampaikan pokok pikirannya sambil diskusi untuk di ekspose media
"Rokan Hulu harus kita yang memikirkan, harus diurus oleh orang yang betul betul punya Niat tulus dan punya integritas yang tinggi," kata Ali Imran
Apakah jika memang Taqdir Allah menentukan jalan politiknya untuk tidak ikut pada kontestasi Pileg 2024, namun menyuruhnya istrahat sebentar sambil mempersiapkan diri untuk mäsuk gelanggang Pilkada Rohul 2024, sesuai keinginan pendukungnya ? Wallahu anglam bhissowab
"Doakan saja bang semoga Allah Membukakan Jalan bagi saya untuk ikut berpartisipasi di Pilkada nanti, karna saya tak akan membiarkan dukungan NasDem jatuh kepada mereka yang telah lari dari niat tulus pak Surya Paloh mendirikan Partai ini. Bukan Ali Imran namanya kalau diam membiarkan kezaliman, arogansi dan kesewenangan di partai ini," pungkasnya mengakhiri. (Rpt)
Editor :Febri Wahyudi
Source : Ali Imran Nasution