Tanggapan Sekre Disparbud Rohul, Terkait Pemberitaan Pemalsuan Karcis Masuk Objek Wisata
Foto Karcis Masuk Objek Wisata Hapanasan Dan Objek Wisata Air Panas Siuman
Elfia Susanti mengatakan kalau Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hulu, terkait karcis masuk wisata Air Panas Hapanasan dan Suaman serta Danau Cipogas ,benar itu dari Dinas Pariwisata dan kebudayaan dan di registrasi oleh DPKA kabupaten Rokan Hulu.
Namun di antara tiga objek wisata tersebut ada perbedaan pengelolaan, sehingga karcis untuk masuk ke lokasi tersebut tentu berbeda pula." Tambahnya.
"Objek Wisata Air Panas Suaman dan area parkir yang berada Di wilayah Desa Rambah Tengah Hulu (Pawan) adalah milik mantan Sekda Rohul Syaripuddin Nasution dan Pemda hanya mengelola objek air panas semata dan Karcis nya memang tidak diregistrasi oleh DPKA,dan Disparbud Rohul hanya mengeluarkan karcis sesuai kemufakatan bersama antara pemilik lahan dan Disparbud Rohul yang ditaja semasa Kadis Parbud Rohul Drs.Yusmar M.Si, Dengan catatan,hasil penjualan karcis 30% untuk Pemkab Rohul,30% untuk Pemilik Lahan dan 30% untuk pengelola yang ditunjuk oleh Pemerintah Desa dan Pemilik lahan serta 10% untuk biaya kebersihan." Jelas Disparbud
Sementara,Objek Wisata Air Panas Hapanasan (Kaiti-Pawan) dan Danau Cipogas murni dikelola oleh Disparbud Rohul dan kita menempatkan tenaga Honorer di sana." Imbuhnya.
Masih dengan Sekretaris Disparbud Rohul,Elfia Susanti, Kita heran juga terkait pemberitaan di berbagai media online itu,karena karcis dengan merek Suaman tidak berlaku diobjek wisata yang lainnya dan begitu juga sebaliknya,jadi kalaupun ada terjadi ,pengunjung pasti komplin karena karcisnya jelas beda, paparnya,
Menurut dia, jika memang benar ada karcis Palsu yang sengaja dijual oleh oknum pengelola hal tersebut tidak bisa dibiarkan karena ini jelas merugikan pemkab, khususnya menyangkut dengan Pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata.” Pungkasnya.
Read more info "Tanggapan Sekre Disparbud Rohul, Terkait Pemberitaan Pemalsuan Karcis Masuk Objek Wisata" on the next page :
Editor :Wanti Ningsih
Source : Sekre Disparbud